Pemahaman Konsep Matematika

PENDAHULUAN


            Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan  matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mengingat pentingnya  peranan  matematika  ini, upaya untuk meningkatkan sistem pengajaran   matematika  selalu   menjadi   perhatian, khususnya   bagi   pemerintah   dan    ahli pendidikan matematika.  Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan pemerintah terlihat pada penyempurnaan kurikulum matematika. Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem dan penyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Kebijakan pemerintah tersebut mengamanatkan kepada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).  Menurut Depdiknas (2006), Salah satu tujuan Kurikulum KTSP pelajaran matematika yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
            Menurut Rohana (2011:111) Dalam memahami konsep matematika diperlukan kemampuan generalisasi serta abstraksi yang cukup tinggi. Sedangkan saat ini penguasaan peserta didik terhadap materi konsep – konsep matematika masih lemah bahkan dipahami dengan keliru. Sebagaimana yang dikemukakan Ruseffendi (2006:156) bahwa terdapat banyak peserta didik yang setelah belajar matematika, tidak mampu memahami bahkan pada bagian yang paling sederhana sekalipun, banyak konsep yang dipahami secara keliru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet, dan sulit. Padahal pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan Zulkardi (2003:7) bahwa ”mata pelajaran matematika menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika peserta didik harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan soal-soal dan mampu mengaplikasikan pembelajaran tersebut di dunia nyata. Konsep-konsep dalam matematika terorganisasikan secara sistematis, logis, dan hirarkis dari yang paling sederhana ke yang paling kompleks. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika merupakan dasar untuk belajar matematika secara bermakna.
            Untuk mencapai pemahaman konsep peserta didik dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep – konsep matematika. Namun demikian peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut, guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu mendesain pembelajaran matematika dengan metode, teori atau pendekatan yang mampu menjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan lagi objek belajar. Berdasakan latar belakang masalah, makalah ini mengkaji tentang pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika.
 
PEMBAHASAN


A.    Definisi Pemahaman dan Konsep

            Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah pencapaian pada tujuan yaitu agar mahasiswa mampu memahami sesuatu berdasarkan pengalaman belajarnya. Kemampuan pemahaman ini merupakan hal yang sangat fundamental, karena dengan
pemahaman akan dapat mencapai pengetahuan prosedur.
            Menurut Purwanto (1994:44) pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti atau konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya. Sementara Mulyasa (2005 : 78) menyatakan bahwa pemahaman adalah kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu. Selanjutnya Ernawati (2003:8) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan pemahaman adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan dalam bentuk lain yang dapat dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengklasifikasikannya.
            Menurut  Virlianti (2002:6) mengemukakan bahwa pemahaman adalah konsepsi yang bisa dicerna atau dipahami oleh peserta didik sehingga mereka mengerti apa yang dimaksudkan, mampu menemukan cara untuk mengungkapkan konsepsi tersebut, serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang terkait.
            Berdasarkan pengertian pemahaman diatas, penulis menyimpulkan pemahaman adalah suatu cara yang sistematis dalam memahami dan mengemukakan tentang sesuatu yang diperolehnya.
            Setiap materi pembelajaran matematika berisi sejumlah konsep yang harus disukai siswa. Pengertian konsep Menurut Ruseffendi (1998:157) adalah suatu ide abstrak yang memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan objek atau kejadian itu merupakan contoh dan bukan contoh dari ide tersebut.


B.     Pemahaman Konsep Matematika

            Pemahaman konsep sangat penting, karena dengan penguasaan konsep akan memudahkan siswa dalam mempelajari matematika. Pada setiap pembelajaran diusahakan lebih ditekankan pada penguasaan konsep agar siswa memiliki bekal dasar yang baik untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran, komunikasi, koneksi dan pemecahan masalah.
            Penguasan konsep merupakan tingkatan hasil belajar siswa sehingga dapat mendefinisikan atau menjelaskan sebagian atau mendefinisikan bahan pelajaran dengan menggunakan kalimat sendiri. Dengan kemampuan siswa menjelaskan atau mendefinisikan, maka siswa tersebut telah memahami konsep atau prinsip dari suatu pelajaran meskipun penjelasan yang diberikan mempunyai susunan kalimat yang tidak sama dengan konsep yang diberikan tetapi maksudnya sama.
            Menurut Sanjaya (2009) mengatakan apa yang di maksud pemahaman konsep adalah kemampuan siswa yang berupa penguasaan sejumlah materi pelajaran, dimana siswa tidak sekedar mengetahui atau mengingat sejumlah konsep yang dipelajari, tetapi mampu mengungkapan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti, memberikan interprestasi data dan mampu mengaplikasikan konsep yang sesuai dengan struktur kognitif yang dimilikinya.
            Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan definisi pemahaman konsep adalah Kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengemukakan kembali ilmu yang diperolehnya baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan kepada orang sehingga orang lain tersebut benar-benar mengerti apa yang disampaikan.
            Mengingat pentingnya pemahaman konsep tersebut, Menurut Hiebert dan Carpenter (dalam Dafril: 2011). Pengajaran yang  menekankan kepada pemahaman mempunyai sedikitnya lima keuntungan, yaitu:
1.      Pemahaman memberikan generative artinya bila seorang telah memahami suatu konsep, maka pengetahuan itu akan mengakibatkan pemahaman yang lain karena adanya jalinan antar pengetahuan yang dimiliki siswa sehingga setiap pengetahuan baru melaui keterkaitan dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.
2.      Pemahaman memacu ingatan artinya suatu pengetahuan yang telah dipahami dengan baik akan diatur dan dihubungkan secara efektif dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain melalui pengorganisasian skema atau pengetahuan secara lebih efisien di dalam struktur kognitif berfikir sehingga pengetahuan itu lebih mudah diingat.
3.      Pemahaman mengurangi banyaknya hal yang harus diingat artinya jalinan yang terbentuk antara pengetahuan yang satu dengan yang lain dalam struktur kognitif siswa yang mempelajarinya dengan penuh pemahaman merupakan jalinan yang sangat baik.
4.      Pemahaman meningkatkan transfer belajar artinya pemahaman suatu konsep matematika akan diperoleh siswa yang aktif menemukan keserupaan dari berbagai konsep tersebut. Hal ini akan membantu siswa untuk menganalisis apakah suatu konsep tertentu dapat diterapkan untuk suatu kondisi tertentu.
5.      Pemahaman mempengaruhi keyakinan siswa artinya siswa yang memahami matematika dengan baik akan mempunyai keyakinan yang positif yang selanjutnya akan membantu perkembangan pengetahuan matematikanya.


C.    Indikator Pemahaman Konsep

            Menurut Sanjaya (2009) indikator yang termuat dalam pemahaman konsep diantaranya :
1.       Mampu menerangka secara verbal mengenai apa yang telah dicapainya
2.      Mampu menyajikan situasi matematika kedalam berbagai cara serta mengetahui perbedaan,
3.      Mampu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut,
4.      Mampu menerapkan hubungan antara konsep dan prosedur,
5.      Mampu memberikan contoh dan contoh kontra dari konsep yang dipelajari,
6.      Mampu menerapkan konsep secara algoritma,
7.      Mampu mengembangkan konsep yang telah dipelajari.
           
            Pendapat diatas sejalan dengan Peraturan Dirjen Dikdasmen Nomor 506/C/Kep/PP/2004 tanggal 11 November 2001 tentang rapor pernah diuraikan bahwa indikator siswa memahami konsep matematika adalah mampu :
1.      Menyatakan ulang sebuah konsep,
2.      Mengklasifikasi objek menurut tertentu sesuai dengan konsepnya,
3.      Memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep,
4.      Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis,
5.      Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep,
6.      Menggunakan dan memanfaatkan  serta memilih prosedur atau operasi tertentu,
7.      Mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah.

            Mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika maka perlu diadakan penilaian terhadap pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika. Tentang penilaian perkembangan anak didik dicantumkan indikator dari kemampuan pemahaman konsep sebagai hasil belajar matematika Tim PPPG Matematika 2005:86 (dalam Dafril, 2011) Indikator tersebut adalah :
1)      Kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep adalah kemampuan siswa untuk mengungkapkan kembali apa yang telah dikomunikasikan kepadanya;
Contoh: pada saat siswa belajar maka siswa mampu menyatakan ulang maksud dari pelajaran itu.
2)      Kemampuan mengklafikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep adalah kemampuan siswa mengelompokkan suatu objek menurut jenisnya berdasarkan sifat-sifat yang terdapat dalam materi.
Contoh: siswa belajar suatu materi dimana siswa dapat mengelompokkan suatu objek dari materi tersebut sesuai sifat-sifat yang ada pada konsep.
3)      Kemampuan member contoh dan bukan contoh adalah kemampuan siswa untuk dapat membedakan contoh dan bukan contoh dari suatu materi.
Contoh: siswa dapat mengerti contoh yang benar dari suatu materi dan dapat mengerti yang mana contoh yang tidak benar
4)      Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika adalah kemampuan siswa memaparkan konsep secara berurutan yang bersifat matematis.
Contoh: pada saat siswa belajar di kelas, siswa mampu mempresentasikan/memaparkan suatu materi secara berurutan.
5)      Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep adalah kemampuan siswa mengkaji mana syarat perlu dan mana syarat cukup yang terkait dalam suatu konsep materi.
Contoh: siswa dapat memahami suatu materi dengan melihat syarat-syarat yang harus diperlukan/mutlak dan yang tidak diperlukan harus dihilangkan.
6)      Kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu adalah kemampuan siswa menyelesaikan soal dengan tepat sesuai dengan prosedur. Contoh: dalam belajar siswa harus mampu menyelesaikan soal dengan tepat sesuai dengan langkah-langkah yang benar.
7)      Kemampuan mengklafikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah adalah kemampuan siswa menggunakan konsep serta prosedur dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh: dalam belajar siswa mampu menggunakan suatu konsep untuk memecahkan masalah.


D.    Pembelajaran Matematika Untuk Kemampuan Pemahaman Konsep  
            Pelajaran Matematika sering merupakan momok bagi para siswa. Banyak siswa dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi yang membenci mata pelajaran  ini. Kesulitan yang harus dihadapi dengan berbagai penggunaan logika dan rumus dalam menyelesaikan soal merupakan kendala dan permasalahan besar. Namun ada teori belajar matematika yang sebenarnya mudah untuk dilakukan. Menurut Suherman (2001) Dengan menerapkan teori ini, matematika bukanlah  menjadi mata pelajaran yang harus dihindari. Teori tesebut yaitu:
a.       Memahami konsep dan bukan menghapal rumus, maksudnya teori belajar matematika pertama yang harus diingat adalah bahwa belajar matematika berarti memahami konsep untuk setiap soal yang dihadirkan. Walau di dalam matematika ada rumus yang harus dihapal, namun inti dari pelajaran matematika adalah pemahaman. Seberapa hebat anda dalam menghafal berbagai rumus matematika, tidak akan bermanfaat jika konsep dasarnya tidak dipahami. Pemahaman konsep menjadi modal utama dalam menguasai pelajaran matematika. Itulah teori belajar matematika yang paling utama yang harus dikuasai terlebih dahulu.
b.      Belajar dari contoh soal, maksudnya memahami konsep bisa dilakukan dengan cara membaca berbagai uraian pelajaran matematika. Namun teori saja tidak akan dapat membuat pemahaman secara lengkap. Diperlukan juga praktik yang artinya Anda harus belajar dari berbagai soal. Teori belajar matematika kedua yang juga sangat mudah dilakukan adalah belajar dari contoh soal. Uraian teori yang anda peroleh harus anda terapkan di dalam berbagai contoh soal. Dengan melihat bagaimana teori dalam menyelesaikan berbagai soal, anda akan lebih mampu lagi memahami konsep secara menyeluruh. Soal-soal inilah yang merupakan refleksi dari bahan pelajaran sebenarnya.
                 Berdasarkan pendapat diatas bahwa pemahaman konsep matematika sangatlah penting dikuasai oleh siswa, sehinga siswa tidak lagi hanya menghapal rumus tetapi dia benar-benar memahami konsep matematika kemudian pemahaman konsep juga bisa mudah dipahami dengan belajar dari contoh-contoh soal matematika itu sendiri.
                 Agar lebih memahami penjelasan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika, dibawah ini akan di contoh soal pemahaman konsep berdasarkan indikatornya.

1.      Menyatakan ulang sebuah konsep
Contoh soalnya adalah siswa mampu mendefinisikan ulang perkalian dua.
2 x 1                                 = 2
2 x 2 = 2 + 2                     = 4
2 x 3 = 2 + 2 + 2              = 6
…….dst
Mendefinisikan perkalian disini maksudnya siswa setelah belajar perkalian ia mampu menyatakan ulang perkalian dua tersebut.

2.      Mengklasifikasi objek sesuai dengan konsepnya.
Maksudnya siswa mampu mengkelompokkan sifat-sifat tertentu suatu objek menurut jenisnya dan sifat-sifat.
Dalam menyelesaikan Sistem persamaan Linier dimana siswa dapat mengelompokkan  suatu objek dari soal sesuai dengan sifat-sifatnya, sehingga siswa dapat menyelesaikan sistem persamaan linier tersebut menggunakan berbagai metode. Seperti metode grafik, eleminasi, substitusi dan gabungan antara eliminasi & substitusi.
Contoh :
Ibu membeli duah buah potong kain untuk pakaian yang berwarnah hijau dan kuning. Dari kedua potongan kain tersebut masing-masing berukuran 12 meter yang berwarna hijau dan 24 meter berwarna kuning. Tentukan :
a.       Banyak stel pakaian yang dibuat, jika untuk seorang laki-laki  saja membutuhkan 3 meter kain hijau dan 4 meter kain kuning.
b.      Banyak stel pakaian yang dapat dibuat, jika untuk seorang perempuan saja membutuhkan 4 meter kain hijau dan 6 meter kain kuning.

Untuk menyelesaikan soal seperti ini siswa harus mampu mengelompokkan menurut jenis dan sifat-sifatnya.
Penyelesaian :
Dik : 

Hijau (m)
Kuning (m)
Laki –laki  (x)
3
4
Perempuan (y)
4
6
Total kain
12
24

Disini telah terjadi pengelompokkan dan akhirnya siswa mampu membentuk model matematika : 3x + 4y = 12 dan 4x + 6y= 24.
Sehingga siswa dapat menyelesaikan system persamaan linier tersebut menggunakan salah satu metode yang disebutkan diatas.
     
3.      Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsepa maksudnya siswa mampu menganalisa suatu soal mana syarat perlu dan mana syarat cukup yang terkait dalam suatu konsep materi.
Contoh: siswa dapat memahami suatu materi dengan melihat syarat-syarat yang harus diperlukan/mutlak dan yang tidak diperlukan harus dihilangkan pada Persamaan kuadrat yang akar-akar Real, kembar dan imajenir hanya menggunakan Diskriminan tanpa harus mencari nilai akar-akar Persamaan kuadrat tersebut.
 ax2 + bx + c = 0
Dengan Diskriminan (D)
D = b2– 4ac,   Jika :
D > 0        :  akar-akar Persamaan Kuadratnya beda dan real.
D = 0        :  akar-akar Persamaan Kuadratnya kembar/sama
D < 0        : akar-akarnya imajenir
Biasanya siswa langsung mencari akar-akar persamaan kuadratnya menggunakan pemfaktoran / melengkapkan kuadrat sempurna / menggunakan rumus.           
Contoh :
Tentukan jenis akar Persamaan Kuadrat  x2+ x - 6 = 0
Jawab :
D = b2– 4ac 
D = 1 – 4.1.(-6) = 1 + 25  = 26.
Karena D > 0, maka jenis akar real dan berbeda.
Pada saat tertentu biasanya siswa langsung menggunakan pemfaktoran/melengkapi kuadrat sempurna/rumus untuk menentukan jenis akar persamaan kuadrat.  Kemudian siswa baru menyimpulkan bahwa jenis akar persamaan kuadratnya.
    
4.      Memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, maksudnya siswa dapat  membedakan  mana contoh yang benar dari suatu materi dan contoh yang tidak benar dari suatu konsep materi yang telah dipelajari.
Pada pokok bahasan logika, siswa mampu membedakan suatu kalimat yang termasuk pernyataan dan bukan pernyataan
Contoh :  
a.       Semua mahkluk hidup memerlukan oksigen untuk bernapas.
b.      Ular digolongkan sebagai hewan mamalia.
Jawaban: kedua kalimat diatas sebagai pernyataan, karena suatu kalimat digolongkan suatu pernyataan jika kalimat tersebut bisa kita jawab benar atau salah. Jika benar maka pernyataan tersebut pernyataan yang benar, dan sebaliknya jika salah maka pernyataan tersebut pernyataan yang salah. Jadi kalimat a pernyataan yang bernilai benar dan kalimat b pernyataan yang bernilai salah.

5.      Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis
Maksudnya siswa mampu merepresentasikan soal dalam berbagai bentuk representasi matematis, seperti dalam grafik, tabel, dan piktogram sehingga orang lain mampu memahami maksud dari soal tersebut.
Contoh
Dalam suatu kelurahan A diperoleh data pekerjaan warganya, antara lain Pedagang sebanyak 5 orang, wiraswasta sebanyak 10 orang, Pegawai Negeri Sipil sebanyak  42 orang dan Polri/TNI sebanyak 8 orang.
Dari data tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk diagram/grafik :
a.       Diagram batang
b.      Diagram Garis
c.       Diagram Lingkaran
d.      Tabel
e.       Piktogram
Data diatas direpresentasikan dalam :
1.      Bentuk Tabel :
Tabel Pekerjaan Penduduk di Kelurahan A
No
Pekerjaan
Frekuensi (orang)
1
Pedagang
5
2
Wiraswasta
10
3
PNS
42
4
TNI/Polri
8
Total Penduduk
65


2.        Bentuk diagram batang :










DAFTAR PUSTAKA


Dasari, D. 2002. Pengembangan Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum   Berbasis  Kompetensi. Proceeding Seminar Nasional 5 Agustus 2002, hal 69-75.
Depdiknas. 2006a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Standar Kompetensi SMP dan MTs. Jakarta: Depdiknas.
________. 2006b. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas
Ernawati. 2003. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMU Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI (tidak dipublikasikan).
Dafril, A. 2011. Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Peningkatan Pemahaman Matematika Siswa. Palembang : Prosiding PGRI. hal 795-796
Herman, Tatang. 2006. Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa SMP. Disertasi Doktor Program Pascasarjana UPI (tidak dipublikasikan).
Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosda Karya
Purwanto, M.N. 1994. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Ruseffendi, E.T.. 2006. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Rohana. 2011. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Pemahaman Konsep Mahasiswa FKIP Universitas PGRI.Palembang : Prosiding PGRI
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Slavin, Robert E. Educational Psychology: Theory and Practice (Development During Childhood and Adolescence). Allyn and Bacon Paramount Publishing, Massachusetts, 1994.
Suherman, Herman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : JICA. Universitas Pendidikan Indonesia
Virlianti, Y. 2002. Analisis Pemahaman Konsep Siswa dalam Memecahkan Masalah kontekstual pada Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Realistik. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UPI (tidak dipublikasikan).
Zulkardi. 2003. Pendidikan Matematika di Indonesia : Beberapa Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya. Palembang: Unsri.
























Share:

Pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015


Yang Terhormat :
1.      Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
2.      Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
3.      Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMALB
4.     Operator Dapodikmen

di seluruh Indonesia

Dengan hormat
Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor : 387/D/KU/2015, tanggal 26 Januari 2015, hal : pemanfaatan data Dapodikmen untuk BOS dan PIP Tahun 2015, maka dalam rangka implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015 Sekolah harus segera melakukan pemutakhiran data KPS/KKS pada Aplikasi Dapodikmen, melakukan Verval PIP dan melakukan pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah) untuk siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS. Adapun rencana penyaluran BSM/PIP oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1.    Periode April - Juni 2015
  1. Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
  2. Penerima BSM Tahun 2014 dari KPS
  3. Siswa dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum menerima BSM Tahun 2014 dan datanya sudah di entry ke Dapodik
  4. Siswa peserta PKH non KPS
  5. Antisipasi korban bencana

2.    Periode Juli 2015
Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
  1. Siswa dari panti sosial, siswa yatim dan/atau piatu
  2.  Anak usia sekolah (6-21 tahun per 2015) tidak bersekolahyang diharapkan bersekolah

3.     Periode Agustus 2015
Pada periode ini penyaluran PIP diprioritaskan untuk :
  1. Siswa miskin usulan sekolah

Mengacu pada rencana diatas maka untuk PIP periode April – Juni (tahap 1) dan periode Juli 2015 (tahap 2) sudah mulai disalurkan, dan saat ini mulai memasuki persiapan penyaluran untuk periode Juli - Agustus 2015 (tahap 3) maka telah dibuka pengajuan lewat FUS (format Usulan Sekolah) untuk siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS. Sehubungan dengan hal tersebut, maka  perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1.    Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk mendorong sekolah dan memastikan bahwa setiap sekolah di wilayahnya untuk segera mengisi dan memutakhirkan data Dapodikmen, utamanya pengisian no KPS/KKS bagi siswa yang memiliki KPS/KKS. Selanjutnya memastikan data telah masuk ke Manajemen Dapodikmen dengan alamat laman :http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id

2.    Kepala Sekolah untuk mengontrol dan memastikan bahwa data pada Aplikasi Dapodikmen di sekolahnya telah diisi dengan lengkap dan valid, utamanya data orang tua siswa dan pengisian no KPS/KKS bagi siswa yang memiliki KPS/KKS sebagai dasar penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tahun 2015. Serta memastikan operator sekolah telah melakukan proses Verval PIP dan proses pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah).

3.    Operator sekolah untuk segera melakukan pemutakhiran data pada aplikasi Dapodikmen, meliputi:
a.   Melakukan input dan pemutakhiran data no. KPS/KKS, data ini ada pada tab “Peserta Didik” – “Edit Peserta Didik”. Bagi siswa yang memiliki kartu KPS/KKS pada item “Penerima KPS” pilih “Ya”, selanjutnya inputkan no. KPS/KKS pada kolom yang telah disediakan.
b.    Melakukan input dan pemutakhiran data orang tua siswa, data ini ada pada tab “Peserta Didik” – “Edit Peserta Didik” – “Data Ayah Kandung/Ibu Kandung/Wali”. Untuk semua siswa masukkan data orang tua lengkap dengan data pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.
c.     Melakukan sinkronisasi dan memastikan data telah masuk ke Manajemen Dapodikmen dengan alamat laman : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id(Login Operator).

4.    Operator sekolah untuk melakukan dan menyelesaikan proses Verval PIP, panduan verval PIP dapat diakses pada laman :https://www.dropbox.com/s/q5wcx63e49df3bi/Panduan%20Singkat%20Validasi%20PIP%20Dikmen.pptx?dl=0

5. Pada saat ini telah dibuka dan diaktifkan menu FUS pada portal PIP dengan alamat : http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/validasiPIP/index.php?pg=non_KPS
Untuk itu operator sekolah untuk segera melakukan proses pengajuan FUS (Format Usulan Sekolah) bagi siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS, panduan pengajuan FUS dapat diakses pada alamat laman:https://www.dropbox.com/s/q5wcx63e49df3bi/Panduan%20Singkat%20Validasi%20PIP%20Dikmen.pptx?dl=0

6.    Berkenaan dengan surat edaran dari Direktorat Pembinaan SMK nomor: 2929/D5.5/KU/2015, tanggal 29 Juni 2015, perihal: Informasi Penyaluran Dana dan Pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015 yang isinya pada poin no.4. Usulan penerima PIP juga dapat diusulkan melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar (VIP) yang dapat diakses di laman: http://pip.kemdikbud.go.id/vip. Sehubungan dengan informasi tersebut maka kami konfirmasikan bahwa pengajuan  FUS untuk jenjang sekolah menengah dimaksimalkan melalui portal PIP pada laman: http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/validasiPIP



Demikian informasi yang kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

SALAM SATU DATA

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi
Ditjen Pendidikan Menengah




Arie Wibowo Khurniawan
Share:

Mohon Doa Restu ... Migrasi Server Fisik Dapodikmen Segera Dilakukan



Yang Terhormat :
1.      Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
2.      Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
3.      Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMALB
4.    Operator Dapodikmen 

di seluruh Indonesia


Dengan hormat
Menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada rapat koordinasi penyatuan Dapodikdas dan Dapodikmen pada tanggal 1 Juli 2015, maka kami akan melakukan proses migrasi server fisik Dapodikmen pada tanggal 11 Juli s/d 12  Juli 2015. Sehubungan dengan hal tersebut maka kami sampaikan bahwa seluruh layanan Pendataan Dapodikmen sementara tidak aktif/tidak dapat diakses selama proses migrasi berlangsung, yaitu pada:

Hari/tanggal : Sabtu, 11 Juli 2015, pukul 10:00 WIB

Sampai dengan

Hari/tanggal : Senin, 13 Juli 2015, pukul 08:30 WIB

Layanan Pendataan Dapodikmen yang tidak aktif/tidak dapat diakses selama proses migrasi adalah:
  1. Seluruh layanan dari situs : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/, meliputi: pengecekan data progress, download aplikasi, download prefill, manajemen dapodikmen, cek data PTK Dikmen, Info Pengawas dan Helpdesk Dapodikmen.
  2. Portal bansos BOS pada  laman: http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/bos/
  3. Portal bansos PIP pada laman: http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/validasiPIP
  4. Proses sinkronisasi tidak dapat dilakukan.

Sebagai langkah antisipasi maka disarankan kepada sekolah agar melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Lakukan sinkronisasi sebelum tanggal 11 Juli 2015, pukul 10:00 WIB. Kemudian download prefill dan simpan sebagai back up.
  2. Lakukan proses Validasi PIP dan pengajuan FUS sebelum tanggal 11 Juli 2015, pukul 10:00 WIB.
  3. Selanjutnya proses entry/update data pada Aplikasi Dapodikmen di sekolah dapat terus dilakukan, namun baru dapat dilakukan sinkronisasi setelah server Dapodikmen hidup/normal kembali.


Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

SALAM SATU DATA

Kasubag Data dan Informasi, Setditjen Dikmen


Arie Wibowo Khurniawan
Share:

Informasi Penting Update Data tahun Ajaran 2015 2016


Yth. Bapak/Ibu
1. Operator Dapodikmen
2.  Kepala Sekolah
di Seluruh Nusantara

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam rangka penyediaan data untuk penyaluran dana BOS SM periode Juli – Desember 2015 yang tepat waktu, kami sampaikan kembali beberapa informasi penting untuk dipahami dan ditindaklanjuti sebagai berikut:

1. Seputar Aplikasi Dapodikmen 8.1.4
Salah satu perbaikan yang terdapat pada Aplikasi Dapodikmen Versi 8.1.4 adalah perubahan prosedur pemasukkan data NISN, dimana pada form data siswa kolom NISN menjadi disable/tidak aktif sehingga data NISN tidak dapat dientry/diisikan langsung ke aplikasi. Prosedur mengisikan data NISN pada Aplikasi Dapodikmen 8.1.4 adalah sebagai berikut:
a.  Entrykan/isikan data siswa pada menu Peserta Didik dengan langkah-langkah pengisian sesuai yang diuraikan pada buku panduan dengan link sebagai berikut : link
b.  Lanjutkan dengan melakukan proses “Registrasi” sehingga siswa tersebut statusnya aktif.
c.  Pada Menu Rombongan Belajar, silahkan dibuat rombel dan kemudian dilanjutkan dengan memasukkan siswa ke dalam rombel tersebut. Silahkan mengikuti langkah-langkah yang terdapat pada buku panduan di atas.
d.  Setelah siswa masuk ke dalam rombongan belajar, lakukan validasi dan sinkronisasi.
e.  Tunggu update data selama 1 x 24 jam untuk masuk ke Manajemen Dapodikmen dan juga masuk ke sistem VervalPD (Verifikasi dan Validasi Peserta Didik).
f.   Setelah data siswa masuk ke sistem VervalPD, maka lakukan proses verval untuk menerbitkan/memvalidasi data NISN, tata cara verval silahkan mengikuti panduan VervalPD yang diterbitkan oleh PDSP dengan link sebagai berikut: link

   PERHATIAN: Untuk data siswa baru tahun ajaran 2015/2016 yang telah di masukkan ke Aplikasi Dapodikmen dan dilakukan sinkronisasi, untuk saat ini belum dapat ter-update ke sistem VervalPD. Hal ini disebabkan karena harus menunggu diaktifkannya referensi tahun ajaran 2015/2016 pada sistem VervalPD oleh PDSP.
g.  Pastikan proses vervalPD dilakukan tuntas sampai dengan melakukan proses “Konfirmasi Data”.
h.  Selanjutnya cek data pada laman : dapo.dikmen.kemdikbud.go.id, masuk lewat “Login Operator” dan pada bagian Peserta Didik pastikan data NISN hasil vervalPD yang telah ter-update.
i.  Kemudian dari Aplikasi Dapodikmen lakukan validasi dan sinkronisasi, maka data NISN akan turun ke Aplikasi Dapodikmen.

2. Seputar Aplikasi Dapodikmen 8.1.4
Sebagaimana informasi mengenai proses update data di tahun ajaran baru 2015/2016 yang telah kami publikasi sebelumnya, bahwa pelaksanaan proses update data tahun Ajaran 2015/2016 di Aplikasi Dapodikmen menyesuaikan dengan proses periodikal yang berjalan di sekolah. Pada saat ini yang telah dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Melakukan update data Sekolah, Sarpras, PTK dan Peserta Didik
b. Melakukan proses kelulusan untuk siswa kelas XII Tahun Ajaran 2014/2015.
c. Melakukan proses kenaikan kelas.
PERHATIAN: Setelah proses kenaikan kelas dilakukan pada Aplikasi, Sekolah segera melakukan langkah-langkah percepatan untuk pembentukan dan penetapan rombel khususnya tingkat XI dan XII Tahun Ajaran 2015/2016. Sehingga dapat dilakukan penempatan siswa pada rombel di Aplikasi Dapodikmen untuk siswa tingkat XI dan XII. Selanjutnya Sekolah melakukan sinkronisasi. Hal ini berkaitan dengan persyaratan sistem bahwa siswa akan terhitung dan ditampilkan pada laman: dapo.dikmen.kemdikbud.go.id jika sudah di registrasi dan mempunyai rombel.
d. Melakukan proses update Siswa Baru kelas X Tahun Ajaran 2015/2016
Siswa baru kelas X tahun Ajaran 2015/2016 dapat dimasukkan ke Aplikasi Dapodikmen sejalan proses PPDB di sekolah atau dimasukkan setelah proses PPDB selesai.  Update data siswa kelas X tahun Ajaran 2015/2016 tersebut baru dapat dilakukan apabila telah dilakukan pembentukan serta penetapan rombel kelas X Tahun Ajaran 2015/2016.

3. Seputar BOS SM periode Juli – Desember 2015
Sesuai dengan Juknis BOS SM dan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 387/D/KU/2015 tentang Pemanfaatan data Dapodikmen untuk BOS dan PIP Tahun 2015 tanggal 26 Januari 2015, telah dijelaskan bahwa untuk penyaluran BOS SM semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 (periode Juli – Desember 2015) akan disalurkan dalam 2 tahap, yaitu:
a. Tahap ke-1 berdasarkan data Dapodikmen per tanggal 1 Juli 2015
Kondisi saat ini kita sedang menuju untuk batas waktu cut off tahap 1 per 1 Juli 2015. Data yang akan di ambil adalah data siswa kelas X, XI dan XII Tahun Ajaran 2015/2016 yang telah di update dan masuk di Manajemen Dapodikmen pada laman: dapo.dikmen.kemdikbud.go.id. (berhubungan dengan poin no.2 Seputar Update Data Tahun Ajaran 2015/2016 di atas).
b. Tahap ke-2 berdasarkan data Dapodikmen per tanggal 31 Agustus 2015
Tahap ini mengakomodasi data siswa yang belum terjaring pada Tahap 1. Apabila dikarenakan adanya masalah teknis, keterlambatan update data, atau masalah proses periodical yang belum selesai (misalnya PPDB belum selesai) sehingga data siswa belum terjaring pada cut off tahap 1, maka akan dimasukkan ke tahap 2 ini.
PERHATIAN : Mengingat proses pencairan dana BOS yang cukup lama (kurang lebih 1 bulan), Sekolah dihimbau untuk memanfaatkan peluang penyaluran BOS tahap 1 di atas dengan fokus pada update/sinkronisasi siswa kelas XI dan XII Tahun Ajaran 2015/2016.  Hal ini lebih mudah karena hanya menaikkan siswa kelas X dan XI dari tahun ajaran 2014/2015 menjadi siswa kelas XI dan XII tahun ajaran 2015/2016 tanpa menginput baru. 
4. Seputar PIP (Program Indonesia Pintar)
Sesuai dengan Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan Menengah No. 387/D/KU/2015, Hal: Pemanfaatan data Dapodikmen untuk BOS dan PIP Tahun 2015, tanggal 26 Januari 2015. Maka untuk segera melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Memasukkan data no, KPS/KKS bagi siswa yang memiliki kartu tersebut ke dalam Aplikasi Dapodikmen. Silahkan ikuti panduannya: http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/docs/Panduan_Praktis_Entry_Data_PIP_tahun_2015.pdf
b. Melakukan Validasi No KPS dan KKS, silahkan ikut panduannya: https://www.dropbox.com/s/q5wcx63e49df3bi/Panduan%20Singkat%20Validasi%20PIP%20Dikmen.pptx?dl=0

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data,
Admin Dapodikmen
Share:

Pendataan Pengawas Sekolah Menengah melalui Dapodikmen

Yth. Bapak/Ibu
1.       Kepala Dinas Pendidikan Propinsi
2.       Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
3.       Bapak/Ibu Pengawas

di Seluruh Nusantara
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam rangka menindaklanjuti masukkan dari Dinas Pendidikan Propinsi, dan Dinas Pendidikan Kab/Kota serta masukkan dari Bapak/Ibu Pengawas terkait dengan pendataan pengawas sekolah menengah melalui Dapodikmen, bersama ini kami sampaikan mekanisme dan panduan Panduan Praktis Entry Data Pengawas Melalui Manajemen Pendataan Dapodikmen.


Selanjutnya kami mohon bantuan Bapak/Ibu dari Dinas Pendidikan untuk dapat segera melakukan pemutakhiran data pengawas sekolah menengah melalui aplikasi dapodikmen yang telah disediakan. Kemudian masing-masing pengawas sekolah menengah yang telah terdaftar di dalam dapodikmen dimohon agar dapat segera melakukan pengecekan data individunya serta melakukan peran pengawas terhadap sekolah binaanya dalam penjaminan serta memastikan data sekolah binaan masuk 100% melalui Dapodikmen.

Sebagai data awal pengawas sekolah menengah, Kami telah menginputkan data pengawas sekolah menengah yang telah dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah melalui Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah ke database Dapodikmen.


Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi
Ditjen Pendidikan Menengah

Arie Wibowo Khurniawan

Catatan : Panduan dapat diunduh di sini
Share:

Ayo Baca Panduannya dulu, Sebelum mengoperasikan Dapodikmen



Yth. Bapak/Ibu Operator Dapodikmen
di Seluruh Nusantara



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menindaklanjuti dengan telah dirilisnya Aplikasi Dapodikmen versi 8.1.4 yang bertepatan dengan akan dimulainya Tahun Ajaran baru 2015/2016, kami telah menyelesaikan “Buku Panduan Sukses Implementasi Dapodikmen 8.1.4 untuk SMA/SMK/SMLB”. Buku tersebut sengaja disusun dalam rangka mempermudah para Operator Dapodikmen untuk menjalankan dan melengkapi data pada Aplikasi Dapodikmen versi 8.1.4. Buku panduan ini berisikan petunjuk dan pedoman mengenai tata cara  pengisian data, alur entri data, dan prosedur melakukan proses transaksional serta periodikal secara lengkap. Buku panduan ini juga telah menjabarkan secara lengkap tata cara pembentukan rombongan belajar yang beragam serta pengisian menu pembelajaran untuk SMA/SMK/SMLB.

Penyempurnaan Aplikasi Dapodikmen versi 8.1.4 bertujuan untuk mendukung pencapaian target mengenai kualitas kelengkapan data Dapodikmen menjadi 100%. Pada aplikasi Dapodikmen versi 8.1.4 telah dilakukan pengembangan dan penambahan fitur-fitur yang cukup signifikan. Hal tersebut dilihat dari sisi aplikasi yang memiliki tampilan lebih atraktif  dengan beberapa tambahkan fitur-fitur baru pada beranda dan output untuk pemanfaatan data di Sekolah. Selain itu pada data referensi juga telah dilakukan penyempurnaan terkait implementasi kurikulum dan pembelajaran, serta penambahan referensi baru untuk bentuk pendidikan SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama).

Pemanfaatan dan penggunaan data dari Dapodikmen untuk berbagai kebijakan pemberian bantuan sosial di Lingkungan Ditjen Dikmen Kemdikbud juga semakin ditingkatkan. Oleh karena itu, pada buku panduan ini juga dimuat panduan mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) dan proses validasinya. Selain itu juga banyak sekali disertakan kumpulan pertanyaan  dari masalah-masalah yang sering dihadapi sekolah dan telah dilengkapi dengan jawaban dan solusi. Tidak lupa juga disertakan berbagi tips dan trik yang dapat dimanfaatkan operator sekolah untuk membantu dan mempermudah dalam menjalankan Aplikasi Dapodikmen 8.1.4.

Harapan kami semoga buku panduan ini akan bermanfaat dan memberikan pencerahan sehingga pada akhirnya mendorong tercapainya data Dapodikmen 100% baik secara kuantitas maupun kualitas.

Kami sadar bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu masukkan positif dari Bapak/Ibu operator Dapodikmen untuk pengembangan lebih lanjut sangat kami harapkan. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu sekalian, kami ucapkan terima kasih..

Ayo…dibaca dulu buku panduannya sekarang…..
Tidak mau membaca akan sesat di jalan……
Selamat Bekerja….
Salam Satu Data Dapodikmen….


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi
Ditjen Pendidikan Menengah


Arie Wibowo Khurniawan

Silahkan Donwload Buku Panduan Sukses disini
Share:

Music Untuk Santai :

Postingan Populer

Labels

Aplikasi (24) Artikel (27) Baru (1) Berita (7) BOS (3) Buku (2316) Dapodik (33) Dapodik 2016 (12) Dapodik 2018 (29) Dapodik 2019 (5) Dapodik 2020 (6) Dapodik Terbaru (23) Dapodik Update 2018 (23) Dapodikmen (14) Download (16) File (1) Files (3) Guru (392) Info (102) Installer (1) Juknis (2) K-2013 (1169) K13 (1) Kegiatan Ilmiah (18) Kelas 1 (183) Kelas 10 (114) Kelas 10 SMK (387) Kelas 11 (172) Kelas 11 SMK (387) Kelas 12 (153) Kelas 12 SMK (63) Kelas 2 (195) Kelas 3 (110) Kelas 4 (125) Kelas 5 (119) Kelas 6 (125) Kelas 7 (120) Kelas 8 (108) Kelas 9 (79) KTSP 2006 (1285) lagu Daerah (1) Lagu Wajib Nasional (10) Materi Pembelajaran Matematika (22) Modul (2) Nilai Siswa (10) NISN (4) Padamu Negeri (2) Pengantar (1) Pengenalan Komputer (4) Pengumuman (5) Perangkat (1) Perangkat Pembelajaran (2) Permen (1) Permendikbud (1) PIP (1) PMP (4) SD (687) Siswa (798) Situs Penting (11) SMA (429) SMK (837) SMP (298) Soal Matematika (18) Soal TIK (5) Software (44) Solusi (1) Surat (20) Tentang (1) Terkini (103) Trik (36) tugas kuliah (21) Tugas siswa (7) Tutorial (3) update (4) video (1)