DAFTAR NILAI SISWA

No

T I K
Total
Nilai
% Keter
Ketuntasan
Kompetensi Dasar UH
I
II
III
IV
SMTR
Nilai
Rata2
capaian
Ya
Ket
SKBM KOGNITIF
75
75
75
75
Skor Maksimum
100
100
100
100
Nama Siswa
1
2
3
4
5
1
Alpa Seftiano
87
86
2
Amir Hidayahtullah
86
75
3
Andriono
87
75
4
Biduri Bulan
90
80
5
Dessy Debora
86
88
6
Dwi Meytiani
83
79
7
Febri Veni
80
78
8
Fitri Yanti
86
87
9
Gita Sriulan Dilarasati
90
75
10
Heni Kurnia
84
91
11
Ica Ayu Nuraini L
90
86
12
Indah Rahma Sari 
82
84
13
Jerry Lorenza
82
84
14
Meizandy P 
83
89
15
Mia Aninda Kirana
90
83
16
Mohammad Arief 
82
75
17
Mugi Lestari
90
86
18
Resda Cintami L
92
96
19
Riska Septiana D
83
86
20
Satria Aidil Rulis
86
75
21
Sundari
80
82
22
Ulul Aziz
85
78





No
TIK
Total
Nilai
% Keter
Ketuntasan
Kompetensi Dasar UH
I
II
III
IV
SMTR
Nilai
Rata2
capaian
Ya
Ket
SKBM
75
75
75
75
Skor Maksimum
100
100
100
100
Nama Siswa
1
2
3
4
5
1
Anggun Zalela
90
89
2
Cintia Devi
95
83
3
Deby Donansah
88
86
4
Dwi Anugrah Wardani
84
86
5
Eko Deni Ansyah
82
92
6
Ilham Munawar H.F
82
78
7
Irma Damayanti
80
82
8
Luthvi Anjar Jati P
82
86
9
Melia Dwi
80
89
10
Muhammad Rizky 
90
78
11
Nur'aini
95
86
12
Prio Adi Prasongko
85
84
13
Puji Lestari
80
83
14
Rafhika Nurul T
83
75
15
Riki Jaya
93
16
Ristiani
80
78
17
Rizka Yulia Artanti
84
89
18
Sri Minarti
80
78
19
Tri Wuri Handayani
90
88
20
Uthami Widya Garini
84
76
21
Yunita Irani
84
89



No

TIK 



Total
Nilai
 % Keter
Ketuntasan
Kompetensi Dasar UH
I
II 
III 
IV 
SMTR 
Nilai
Rata2
capaian
Ya
Ket
SKBM
75
75
75
75


Skor Maksimum
100
100
100
100

Nama Siswa
1
2
3
4
5





1
Abi Muji Prawidiyanti
87
91
2
Affandi
89
89
3
Ahmad Jarnawi
90
89
4
Akhid Luthfia Winarni
90
91
5
Angga Wijaya
84
91
6
Devi Kurnia Pasari
86
94
7
Dhyas Brammantio
80
80
8
Dini Apriliyana
85
81
9
Diniar Kurnia Elva
80
89
10
Jeni Fidi Astuti
83
87
11
Karta Sari Genti
88
75
12
Lia Istina
89
92
13
Marlisa
83
94
14
Muhammad Ridho
83
87
15
Nia Indah Pratiwi
90
87

16
Ratih Rahmaliah
82
80

17
Ratih Wulandari
87
82

18
Rismitha Andini
95
88

19
Rini Acebeli
90
84

20
Sigit Youngki Wijaya
80
86

21
Tria Emerlin
84
89

22
Vivi Permatasari
82
84

23
Winda Agusthia
86
94

24
Yuhelensi
95
88














No

TIK 




Total
Nilai
 % Keter
Ketuntasan
Kompetensi Dasar 
I
II
III
IV
 SMTR
Nilai
Rata2
capaian
Ya
Ket
SKBM
75
75
75
75

Skor Maksimum
100
100
100
100

Nama Siswa
1
2
3
4
5




1
Adet Wildan
83
91

2
Agnes Larasati
89
81

3
Anisa Marsella
82
81

4
Bayu Gilang Perkasa
85
78

5
Bella Septiani
90
75

6
Dwi Hawa Yulianti
82
82

7
Eli Haryati
87
81

8
Fitriya Pratiwi
83
86

9
Fransisca Cintya
82
81

10
Hari Pangestu
84
89

11
I Dewa Made
82
-

12
Indah Kartika Ratri
82
78

13
Lassyka Riar Tri
98
96

14
Lucyana Dwi
82
81

15
M. Iqbal Dzikriansyah
83
76

16
Mardiyah Tul Karima
87
83

17
Mey Dey Tiara
83
87

18
Muhammad Hendi
83
81

19
Rahma Noora F
80
76

20
Santi Marselina N
82
84

21
Septi Rayi Zubaidah
84
75

22
Syafrian Restiadi
84
84

23
Tiara Delvika Rany
82
89

24
Ulfah Putri Utami
84
84









Share:
UH  TIK II

Nama              :                                              
Kelas               : XI IPS/IPA  
NILAI             :

Petunjuk Umum :
Tuliskan data yang diatas terlebih dahulu
Kerjakan soal dibawah ini dengan lengkap dan tepat.

SOAL :


1. Jelaskan : a).  Apa nama Software untuk menulis HTML,             b). Apa kepanjangan dari HTML, 
                    c). Tuliskan aturan umum penulisan bahasa HTML

2.  buat teks berjalan ” Ini adalah Blog terbaik KU”, tuliskan cara untuk membuatnya dalam bahasa HTML ?
3.   Apakah yang dimaksud :
     a).  Download,  b). Upload dan  c).  Possting file
4.   Jelaskan  Apakah keunggulan masing-masing : a). Google  dan b).  Yahoo
5.    a). Jelaskan langkah-langkah mengirim email ?
     b). Tuliskan 4 keunggulan email dibandingkan surat manual 

    Share:

    UH-2 Matematika

    UH PELUANG


    Nama                    :                         
    Kelas                     : XI IPS  


    Petunjuk Umum :
    Tuliskan data yang diatas terlebih dahulu
    Kerjakan soal dibawah ini dengan lengkap dan tepat.

    SOAL :

    1. Berapa buah bilangan bulat positif tiga angka kurang dari 600 yang dapat dibuat dari angka-angka 1, 2, 3,   4, 5 dan 6. Jika tiap bilangan tidak boleh mengandung angka yang sama 
    2. Terdapat 8 calon pengurus OSIS, akan dibentuk pengurus OSIS yang terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua dan seorang bendehara. Banyak formasi pengurus osis yang dapat dibentuk jika setiap orang tidak boleh merangkap jabatan adalah
    3. Berapa banyak susunan yang dapat dibuat dari huruf-huruf dari kata cooperator ?
    4. Kelompok belajar yang terdiri dari 6 orang akan dipisahkan menjadi 2 grup. Berapa banyak cara untuk membentuk grup itu, Jika : a).       Grup pertama terdiri dari 4 orang dan grup kedua terdiri dari 2 orang ?   b).  Masing-masing grup terdiri dari 3 orang ?
    5. Pada satu set kartu bridge tanpa joker diambil secara acak 1 kartu. Berapa peluang mendapatkan kartu : a).  Kartu As dan King,  dan  b). Kartu Keriting atau warna merah
    6. Pada pelemparan dua dadu bersama-sama satu kali, maka peluang muncul jumlah angka kedua dadu sama dengan 3 atau 10 adalah
    7. Suatu kotak berisi 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih. Dua kelereng diambil satu persatu dimana kelereng pertama yang diambil tidak dikembalikan lagi dalam kotak. Peluang terambilnya kelereng pertama dan kedua berwarna merah adalah 


    Nama                    :                                                             
    Kelas                     :  XI IPA                                    

    Petunjuk Umum :
    Tuliskan data yang diatas terlebih dahulu
    Kerjakan soal dibawah ini dengan lengkap dan tepat.

    Soal :



    1. Berapa banyak bilangan antara 3000 dan 5000 dapat dibentuk dengan menggunakan 7 angka 0, 1, 2, 3,   4, 5, 6 apabila setiap angka tidak boleh diulangi dalam setiap bilangan
    2. Terdapat 8 calon pengurus OSIS, akan dibentuk pengurus OSIS yang terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua dan seorang bendehara. Banyak formasi pengurus osis yang dapat dibentuk jika setiap orang tidak boleh merangkap jabatan adalah
    3. Berapa banyak susunan yang dapat dibuat dari huruf-huruf dari kata cooperator ?
    4. Dalam berapa cara 8 orang dapat duduk pada keliling meja apabila 2 orang yang istimewa harus selalu duduk bersama-sama ?
    5. Presiden, wakil presiden, seretaris cabinet beserta 5 menteri bidang ekonomi mengadakan sidang cabinet terbatas dengan duduk secara melingkar. Berapa banyakkah cara duduk mereka jika president duduk diantara wakil presiden dan sekretaris ?
    6. Berapakah banyak susunan menteri yang berbeda dapat dipilih presiden terdiri dari 3 orang professional dan 2 orang partai dapat dipilih dari 8 orang partai dan 10 orang professional ?
    7. Kantong A berisi 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih, Kantong B berisi 2 kelereng merah dan 6 kelereng putih. Dari masing-masing kantong diambil sebuah kelereng, Peluang bahwa kedua kelereng berwarna sama adalah
    8. Dalam suatu kantong berisi 5 bola merah, 4 bola puti, dan 3 lima bola kuning. Kemudian diambil 2 bola satu demi satu tanpa pengembalian. Hitunglah peluang jika terambil : a). Bola merah diikuti bola putih dan b).  Kedua-duanya bola kuning


    Share:

    Soal MID Praktek TIK Kelas XI

    1.      Aktifkan internet Explorer / mozila
    2.      Gunakan Search engine
    3.      Down Load soal TIK / matematika (Simpan File tersebut dalam Word)
    4.      Up load data tersebut ke blog anda
    5.      Buat lah Teks berjalan pada Blog anda, dengan kalimat : " Inilah Blog Kesayangan Ku ”
    Share:

    PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    http://data.tp.ac.id/artikel/34/Pendekatan+Pembelajaran+Kooperatif.htm


    Pendekatan Pembelajaran Kooperatif


    Student Teams Achievement Division (STAD)
    STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman temannya di Universitas John Hopkin, dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru yang menggunakan STAD, juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dan laki dan perempuan, berasal dan berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial, kuis, satu sama lain dan atau melakukan diskusi. Secara individual setiap minggu atau setiap 2 minggu siswa diberi kuis. Kuis itu diskor, dan flap individu diberi skor perkembangan.
    Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa, tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor siswa yang lalu.
    Setiap minggu pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain, diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi, siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi, atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. Prosedur ini akan dijelaskan lebih rinci kemudian.
    Jigsaw
    Jigsaw telah dikembangkan dan diuji coba oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins. Dalam penerapan jigsaw, siswa dibagi berkelompok dengan 5 atau 6 anggota kelompok belajar heterogen. Materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari bagian tertentu bahan yang diberikan itu. Sebagai contoh, jika materi yang diajarkan itu adalah alat ekskresi, seorang siswa mempelajari tentang ginjal, siswa lain mempelajari tentang hati, siswa yang lain lagi belajar tentang paru-paru, dan yang terakhir belajar tentang kulit. Anggota dan kelompok lain yang mendapat tugas topik yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli. Dengan demikian terdapat kelompok ahli kulit, ahli ginjal, ahli paru-paru, dan ahli hati.
    Selanjutnya anggota tim ahli ini kembali ke kelompok asal dan mengajarkan apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan di dalam kelompok ahlinya untuk diajarkan kepada teman kelompoknya sendiri. Gambar 2 menunjukkan hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli. Menyusul pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa itu dikenai kuis secara individual tentang materi belajar. Dalam Jigsaw versi Slavin, skor tim menggunakan prosedur skoring yang sama dengan STAD. Tim dan individu dengan skor-tinggi mendapat pengakuan dalam lembar pengakuan mingguan atau dengan cara lain.
    Investigasi Kelompok (IK)
    Investigasi kelompok mungkin merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan. Model ini dikembangkan pertama kali oleh Thelan. Dalam perkembangan selanjutnya model ini diperluas dan dipertajam oleh Sharan dan kawan-kawan dan Universitas Tel Aviv. Berbeda dengan STAD dan Jigsaw, siswa terlibat dalam perencanaan baik topik yang dipelajari dan bagaimana jalannya penyelidikan mereka. Pendekatan ini memerlukan norma dan struktur kelas yang lebih rumit daripada pendekatan yang lebih berpusat pada guru. Pendekatan ini juga memerlukan mengajar siswa keterampilan komunikasi dan proses kelompok yang baik.
    Dalam penerapan IK ini guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa yang heterogen. Dalam beberapa kasus, bagaimanapun juga, kelompok dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih itu. Selanjutnya menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas. Sharan dkk (1984) telah menetapkan enam tahap IK seperti berikut ini.
    1. Pemilihan topik. Siswa memilih subtopik khusus di dalam suatu daerah masalah umum yang biasanya ditetapkan oleh guru. Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi dua sampai enam anggota flap kelompok menjadi kelompokkelompok yang berorientasi tugas. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis.
    2. Perencanaan kooperatif Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran, tugas, dan tujuan khusus yang konsisten dengan subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama.
    3. Implementasi. Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan di dalam tahap kedua. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam atau di luar sekolah. Guru skara ketat mengikuti kemajuan hap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan.
    4. Analisis dan sintesis. Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana inform asi tersebut diringkas dan disajikan dengan cara yang menarik sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas.
    5. Presentasi hasil final. Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil penyelidikannya dengan cara yang menarik kepada seluruh kelas, dengan tujuan agar siswa yang lain saling terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. Presentasi dikoordinasi oleh guru.
    6. Evaluasi. Dalam hal kelompok-kelompok menangani aspek yang berbeda dan topik yang sama, siswa dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok.
    Pendekatan Struktural
    Pendekatan terakhir dalam pembelajaran kooperatif telah dikembangkan oleh Spencer Kagen dkk (Kagen, 1993). Meskipun memiliki banyak persamaan dengan pendekatan yang lain, namun pendekatan ini memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur yang dikembangkan oleh Kagen ini dimaksudkan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional, seperti resitasi, di mana guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas dan siswa memberikan jawaban setelah mengangkat tangan dan ditunjuk. Struktur yang dikembangkan oleh Kagen ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif, daripada penghargaan individual.
    Ada struktur yang dikembangkan untuk meningkatkan perolehan isi akademik, dan ada struktur yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan sosial atau keterampilan kelompok. Dua macam struktur yang terkenal, adalah think-pair-share dan numbered-head-together, yang dapat digunakan oleh guru untuk mengajarkan isi akademik atau untuk mengecek pemahaman siswa terhadap isi tertentu. Sedangkan active listening dan time token, merupakan dua contoh struktur yang dikembangkan untuk mengajarkan keterampilan sosial. Berikut ini akan diuraikan terlebih dahulu think-pair-share.
    • Think-pair-share
      Strategi think-pair-share tumbuh dari penelitian pembelajaran kooperatif dan waktu-tunggu. Pendekatan khusus yang diuraikan di sini mula-mula dikembangkan oleh Frank Lyman dkk dan Universitas Maryland pada tahun 1985. Ini merupakan cara yang efektif untuk mengubah pola diskursus di dalam kelas. Strategi ini menantang asumsi bahwa seluruh resitasi dan diskusi perlu dilakukan di dalam seting seluruh kelompok. Think-pair-share memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain. Andaikan guru baru saja menyelesaikan suatu penyajian singkat, atau siswa telah membaca suatu tugas, atau suatu situasi penuh teka-teki telah dikemukakan. Sekarang guru menginginkan siswa memikirkan secara lebih mendalam tentang apa yang telah dijelaskan atau dialami. Ia memilih untuk menggunakan strategi think-pair-share sebagai gantinya tanya jawab seluruh kelas. Ia menerapkan langkah langkah seperti berikut ini.
      Tahap -1: Thinking (berfikir) 
      Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.
      Tahap-2: Pairing. 
      Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan dapat berbagi jawaban jika telah diajukan suatu pertanyaan atau berbagi ide jika suatu persoalan khusus telah diidentifikasi. Biasanya guru memberi wakth 4-5 menit untuk perpasangan.
      Tahap-3: 
      pada tahap akhir, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. ini efektif dilakukan dengan cara bergiliran pasangan demi pasangan dan dilanjutkan sampai sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan.
      • Numberel heads together
        Numberel heads together adalah suatu pendekatan yang dikembangkan oleh Spencer Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dãlam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Sebagai gantinya mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, guru menggunakan struktur empat langkah seperti berikut ini.
        Langkah-1Penomoran
        Guru membagi siswa ke dalam kelompok beranggota 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
        Langkah-2: Mengajukan Pertanyaan 
        Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan dapat amat spesffik dan dalam bentuk kalimat tanya. Misalnya “ Berapakah jumlah propinsi di Indonesia?” Atau berbentuk arahan misalnya: “Pastikanlah tiap orang mengetahui 5 buah ibu kota propinsi yang terletak di Pulau Sumatera.”
        Langkah-3: Berpikir Bersama 
        Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan flap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu.
        Langkah-4: Menjawab 
        Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
        DAFTAR PUSTAKA 1997 Classroom Instruction and Management – Chapter 3Cooperative Learning, McGraw-Hill dalam Mohammad Nur 2005 Pembelajaran KooperatifPSMS Unesa
        Share:

        TUGAS MATEMATIKA PELUANG KEJADIAN MAJEMUK

        Petunjuk :
        1. Tugas hari senin, 17 oktober 2011 
        2. Kerjakan pertanyaan dibawah ini dengan membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang
        3. Buatlah resume dari diskusi kelompok tersebut dibuku catatan anda masing-masing


        Soal :
        1. Jelaskan apa yang dimaksud kejadian Majemuk ?
        2. Jelaskan apa yang dimaksud kejadian saling lepas dan tuliskan rumusnya?
        3. Jelaskan apa yang dimaksud kejadian bebas dan tuliskan rumusnya ?
        4. Jelaskan Apa perbedaan antara kejadian lepas dan bebas dan berikan contoh masing-masing?
        5. Jelaskan apa yang dimaksud kejadian bersyarat ?
        Share:

        Pemenang Festival E-Pendidikan

        SELAMAT KEPADA SMA PLUS NEGERI 2 BANYUASIN III



        Selamat kepada SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, yang telah membawa harum nama Kabupaten Banyuasin di kancah dunia pendidikan Tingkat Provinsi Sumatera Selatan dalam ajang Festival E-Pendidikan 2011.
        Terutama kepada :
        1. Bapak Sadiman, M.Pd. peringkat III pemenang categori Web-Sekolah
        2. Ibu Nila Suyanti, S.Pd. peringkat I pemenang categori MPP (Media Persentase Pembelajaran)
        3. Bpk. Media Harja, S.Pd (saya sendiri) peringkat Harapan I pemenang categori Blog Guru


        Semoga prestasi yang diperoleh ini dapat memacu perkembangan pendidikan di kabupaten Banyuasin menjadi lebih baik lagi.
        Share:

        FESTIVAL E-PENDIDIKAN

        Foto Guru SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III yang ikut serta dalam Festival Pendidikan
        Saya Sendiri( Media Harja, S.Pd), Ardiliansyah, S.Pd, Nila Suyanti, S.Pd, Sri Yusmeinawati, S.Pd dan Amelia Kurniati, S.Pd

        Palembang, 5 Oktober 2011
        Festifal E-Pendidikan dilaksanakan oleh Dinas pendidikan Nasional, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk seminar,workshop, dan lomba-lomba. Dalam kegiatan tersebut SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III ikut berpartisifasi dalam Kegiatan tersebut, dengan rincian Lomba :
        1. Web Site sekolah diikuti oleh Bpk. Sadiman, M.Pd
        2. Blog Guru diikuti oleh Bpk. Rukanto,S.Pd., Bpk. Media Harja,S.pd, Ibu Amelia Kurniatie, S.Pd,& Bpk. Ardiliansyah, S.Pd
        3. Media Persentase Pembelajaran oleh Ibu Nila Suyanti, S.Pd, Ibu Yusmeinawati, S.Pd, Bpk. Media Harja,S.Pd, Ibu Amelia Kurniatie, S.Pd, & Bpk. Ardiliansyah, S.Pd
        4. E-Roperter diikuti oleh 2 siswa kelas XI
        Share:

        TUGAS MATEMATIKA

        Hari Rabu, 5 Oktber 2010
        Jam Pelajaran :
        ke 1 & 2 : kls XI IPS 2 Ke 3 & 4 : kls XI IPA 1
        Ke 6 & 7 : kls XI IPS 1 Ke 8 & 9 : kls XI IPA 2

        PETUNJUK :
        1.Kerjakan dikerta lembar, buat nama, Kelas dan tanggal
        2.Jawablah dengan berurutan
        3.Setelah waktu selesai , kumpulkan tugas tersebut sama guru piket.



        SOAL :

        1.Banyak permutasi dari 11 unsur yang memuat 3 unsur yang sama, 3 unsur lainnya sama dan 4 unsur lainnya lagi sama ? .....................
        2.Seorang saudagar akan membeli 3 ekor kambing dan 4 ekor kerbau dari seorang yang memiliki 5 ekor kambing dan 5 ekor kerbau. Dengan berapa cara saudagar itu dapat memilikinya .......

        3.Dari 5 ahli fisika, 4 ahli kimia dan 3 ahli matematika dibentuk panitia terdiri dari 6 dengan dipilih sebagai berikut 3 ahli fisika, 2 ahli kimia dan 1 ahli matematika. Dalam berapa carakah hal ini dapat dilakukan ?
        4.Didalam system telpon digunakan 4 huruf yang berbeda A, B, C, D dan 4 angka 1, 2, 3, 4. Carilah banyak maksimum nomor telepon dari system yang dimiliki apabila setiap nomor terdiri dari sebuah huruf dan diikuti dengan 4 angka bilangan angka-angkanya :
        a.Boleh berulang ?
        b.Tidak boleh berulang ?

        SELAMAT BEKERJA
        Share:

        Peningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor (Numbered Heads Together) Pada Kelas XI IPS 2 Di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III

        Abstrak

        Media Harja, 2011. Peningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor (Numbered Heads Together) Pada Kelas XI IPS 2 Di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III

        Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor (Numbered Heads Together) pada kelas XI IPS 2 di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III dan melihat aktivitas siswa dalam penggunakan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor (Numbered Heads Together) pada kelas kelas XI IPS 2 di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam siklus, tiap siklus dalam penelitian meliputi empat langkah yaitu, (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Subjek yang diteliti adalah 23 siswa kelas XI IPS 2 di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III tahun pelajaran 2010/2011. Fokus dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor (Numbered Heads Together). Data proses pembelajaran diperoleh dari angket keterlibatan siswa.
        Model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan rincian pada Siklus I dan Siklus II diperoleh hasil belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 13,05 % dan aktivitas keterlibatan siswa terjadi peningkatan sebesar 30,44 %.
        Berdasarkan data penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI kelas XI IPS 2 di SMA PLUS Negeri 2 Banyuasin III.

        Kata Kunci :
        Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor (Numbered Heads Together).
        Share:

        Trigononetri

        Rumus-Rumus Trigonometri Jumlah Dan Selisih Dua Sudut
        • Sin (A+B) = sin A cos B + cos A sin B
        • Sin (A-B) = sin A cos B - cos A sin B
        • Cos (A+B) = cos A cos B – sin A sin B
        • Cos (A-B) = cos A cos B + sin A sin B
        • Tan (A+B) =
        • Tan (A-B) =
        Rumus perkalian sinus dan cosinus
         2 sin A . cos B = sin (A+B) + sin (A - B)
         2 cos A . sin B = sin (A+B) – sin (A – B)
         2 cos A . cos B = cos (A+B) + cos (A - B)
         2 sin A . sin B = - cos (A+B) + cos (A – B)


        Rumus jumlah dan selisih sinus dan cosinus
         sin A + sin B = 2 sin ½(A+B). Cos ½(A-B)
         sin A - sin B = 2 cos ½(A+B). sin ½(A-B)
         cos A + cos B = 2 cos ½(A+B). Cos ½(A-B)
         cos A - cos B = -2 sin ½(A+B). sin ½(A-B)
        Rumus trigonometri sudut rangkap
         sin 2A = 2 sin A . cos A
         cos 2A = cos2A – sin2A
        Share:

        Fungsi Komposisi

        Fungsi Komposisi

        A. Pengertian Komposisi Fungsi
        Suatu metode yang menggabungkan fungsi yang dikenal sebagai komposisi dari fungsi. Metode ini berdasarkan proses aljabar secara umum yaitu substitusi.
        Ex: ƒ (x) = x2 dan g(x) = 3x + 1

        Defeniisi untuk komposisi fungsi ƒ◦ g berikut ini :



        Defenisi komposisi fungsi g ◦ ƒ berdasarkan diagram panah

        Jika ƒ suatu fungsi dari A ke B, dan g suatu fungsi dari B ke C, maka h fungsi dari A ke C disebut komposisi dungsi dan dinyatakan g ◦ ƒdi tentukan oleh ;




        ƒ f g







        h
        Formula dari diagram panah ditentukan oleh :
        h(x) = (g ◦ ƒ)(x) = g [ƒ(x)]





        Diberikan fungsi ƒ dan g yang dinyatakan sebagai pasangan terurut berikut ini :
        ƒ = { (-3,1), (-2,4), (-1,5), (0,3)}
        g = { (4,-3), (1,-2), (3,-1), (5,0)}
        a. Tentekanlah (ƒ ◦ g) dan (g ◦ ƒ) dalam pasangan terurut
        b. Hitunglah :
        (i) (ƒ ◦ g)(1)
        (ii) (g ◦ ƒ)(1)
        Jawab :
        a. (ƒ ◦ g) = {(1,4),(3,5),(4,1),(5,3)}
        Tulis g secara berurutan (x,y):
        g: (1,-2),(3,-1),(4,-3),(5,0)
        Tulis ƒ yang berpasangan (y,z):
        ƒ : (-2,4), (-1,5), (-3,1), (0,3)
        jadi, ƒ ◦ g = {(1,4), (3,5),(4,1),(5,3)}
        (g ◦ ƒ)= {( -3,-2), (-2,-3), (-1,0), (0,-1)}

        b. Bersarkan hasil dari (a), diperoleh :
        c. (i) (ƒ ◦ g)(1) = 4 (dari hasil ƒ ◦ g = {(1,4),(3,5),(4,1),(5,3)}
        (ii) (g ◦ ƒ)(1)= tidak ada, karena satu bukan anggota domain dari ƒ (Dƒ ={-3,-2,-1,0}.


        Diberikan fungsi ƒ(x) = dan g (x) = x2 + 1, tentukanlah :
        a. domain untuk masing – masing fungsi f dan g
        b. Formula (g ◦ ƒ)(x) dan (ƒ ◦ g)(x)
        Jawab :
        a. Daerah asal fungsi ƒ: Dƒ = {xΙx ≥0 } dan daerah asal fungsi g :Dg {xΙx Є R }
        b. (g ◦ ƒ)(x) = g(ƒ(x))
        = g( )
        = ( )2 + 1
        (g ◦ ƒ)(x) = x + 1
        (ƒ ◦ g)(x) = ƒ(g(x))
        = f(x2 +1)







        Komposisi Tiga Fungsi
        Misalkan fungsi ƒ : A B, fungsi B C, dan fungsi h : C D, maka terdapat komposisi dari tiga fungsi, yaitu (h ◦ ƒ ◦ g) : A D.
        ƒ : A B atau ƒ : x y atau y = ƒ(x)
        g : B C atau g : y z atau z = g(y) = g[ƒ(x)]
        h : C D atau h : z w atau w = h(z)=h(g[ƒ(x)])
        Sifat assosiatif dan komposisi tiga fungsi
        ƒ : A B, g : B C, h : C D, maka
        (i) (g ◦ h) ◦ ƒ =g ◦ (h ◦ ƒ)
        (ii) (h◦ g) ◦ ƒ = h◦ (g ◦ ƒ) sering ditulis sebagai (g ◦ h◦ ƒ) = A D
        SIFAT – SIFAT KOMPISISI FUNGSI
        (i) Tidak komutatif ƒ ◦ g ≠ g ◦ ƒ
        (ii) Assosiatif : ƒ ◦ ( g ◦ h)= (ƒ ◦ g) ◦ h)= ƒ ◦ g ◦ h
        (iii) Mempunyai fungsi identitas yaitu I (x) = x dan sifat komutatfif terhadap fungsi identitas I ◦ ƒ = ƒ ◦ I = ƒ








        FUNGSI INVERS
        A. Invers Fungsi
        Fungsi ƒ : A B menyatakan pemataan setiap a A ke ƒ (a) = b dengan b B Sebaliknya, adakah fungsi g : B A sedemikian sehingga g(b) =a ? jika fungsi g tersebut ada, maka fungsi g disebut invers dari ƒ dan fungsi ƒ adalah invers g.
        Defenisi invers fungsi
        Dua fungsi ƒ dan g saling invers satu sama lainnya, apabila memenuhi
        ƒ[g(x)] =x untuk semua x dalam domain g
        dan
        g[f(x)] = x untuk semu x dalam domain ƒ.

        INVERS FUNGSI KOMPOSISI
        Fungsi ƒ : A B dan g : B C, maka fungsi yang memetakan A ke C adalah fungsi komposisi (g◦ ƒ).
        ƒ : A B, ditulis y = ƒ (x)
        g: B C, ditulis z = g(y)
        z = g[ƒ(x)] (g ◦ ƒ)(x) = z
        Dari persamaan tersebut,terlihat bahwa ada 2 cara untuk menentukan nillai formula invers fungsi komposisi, yaitu :
        1. Mula – mula menentukan fungsi komposisinya, kemudian diinverskan
        2. Mula – mula menentukan invers masing – masing fungsi, kemudian dikomposisikan.
        Share:

        Music Untuk Santai :

        Postingan Populer

        Labels

        Aplikasi (24) Artikel (27) Baru (1) Berita (7) BOS (3) Buku (2316) Dapodik (33) Dapodik 2016 (12) Dapodik 2018 (29) Dapodik 2019 (5) Dapodik 2020 (6) Dapodik Terbaru (23) Dapodik Update 2018 (23) Dapodikmen (14) Download (16) File (1) Files (3) Guru (392) Info (102) Installer (1) Juknis (2) K-2013 (1169) K13 (1) Kegiatan Ilmiah (18) Kelas 1 (183) Kelas 10 (114) Kelas 10 SMK (387) Kelas 11 (172) Kelas 11 SMK (387) Kelas 12 (153) Kelas 12 SMK (63) Kelas 2 (195) Kelas 3 (110) Kelas 4 (125) Kelas 5 (119) Kelas 6 (125) Kelas 7 (120) Kelas 8 (108) Kelas 9 (79) KTSP 2006 (1285) lagu Daerah (1) Lagu Wajib Nasional (10) Materi Pembelajaran Matematika (22) Modul (2) Nilai Siswa (10) NISN (4) Padamu Negeri (2) Pengantar (1) Pengenalan Komputer (4) Pengumuman (5) Perangkat (1) Perangkat Pembelajaran (2) Permen (1) Permendikbud (1) PIP (1) PMP (4) SD (687) Siswa (798) Situs Penting (11) SMA (429) SMK (837) SMP (298) Soal Matematika (18) Soal TIK (5) Software (44) Solusi (1) Surat (20) Tentang (1) Terkini (103) Trik (36) tugas kuliah (21) Tugas siswa (7) Tutorial (3) update (4) video (1)